Materi Kompas
Assalamu’alaikum..
Hai kak sudah lama ya admin nggak
update hehe.. Kali ini admin mau sharing sharing nih tentang kompas.. Pasti
udah tau kan kompas itu apa? Kompas itu alat bantu yang digunakan untuk
menentukan arah mata angin berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas
menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat. Biasanya para petualang menggunakan kompas
ketika kegiatan lapangan maupun pendakian yang sedang dilaksanakan, selain itu kompas
juga digunakan oleh pilot dan nahkoda untuk membaca arah mata angin yang
terdapat pada peta. Dahulu kompas sangat membantu perdagangan maritim dengan
membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih
berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah. Ada juga kompas
magnetik yang dahulu digunakan sebagai perlengkapan untuk ramalan pada awal
Dinasti Han Tiongkok (sejak sekitar 206 SM), dan kemudian diadopsi untuk
navigasi oleh Dinasti Song selama abad ke-11.
Penemuan bahwa jarum magnetik
selalu mengarah ke utara dan selatan terjadi di Tiongkok dan diuraikan dalam
buku Loven Heng. Pada abad kesembilan, orang Tiongkok telah mengembangkan
kompas berupa jarum yang mengambang dan jarum yang berputar. Pelaut Persia
memperoleh kompas dari orang Tiongkok dan kemudian memperdagangkannya. Tetapi
baru pada tahun 1877 orang Inggris, William Thomson, 1st Baron Kelvin(Lord
Kelvin) membuat kompas yang dapat diterima oleh semua negara. Dengan
memperbaiki kesalahan-kesalahan yang timbul dari deviasi magnetik karena
meningkatnya penggunaan besi dalam arsitektur kapal. Alat apa pun yang memiliki
batang atau jarum magnetis yang bebas bergerak menunjuk arah utara magnetis
dari magnetosfer sebuah planet sudah bisa dianggap sebagai kompas. Kompas jam
adalah kompas yang dilengkapi dengan jam matahari. Kompas variasi adalah alat
khusus berstruktur rapuh yang digunakan dengan cara mengamati variasi
pergerakan jarum. Giro kompas digunakan untuk menentukan utara sejati.
Yap sekarang udah tau kan kompas
itu apa? Sekarang admin mau bahas bagian – bagian kompas. Di dalam kompas
terdapat 6 bagian yang digunakan untuk menunjukkan arah mata angin :
1. Dial, yaitu permukaan di mana
tertera angka dan huruf seperti pada permukaan jam.
2. Visir, yaitu pembidik sasaran.
3. Kaca Pembesar, untuk pembacaan
pada angka.
4. Jarum penunjuk.
5. Tutup dial dengan dua garis
bersudut 45.
6. Alat penggantung, dapat juga
digunakan sebagai penyangkut ibu jari untuk menopang kompas pada saat membidik.
Selain sejarah dan bagian –
bagian kompas disini juga akan dibahas tentang cara penggunaan kompas kak,
berikut tata cara penggunaan kompas yang benar :
1. Letakkan kompas anda di atas
permukaan yang datar. setelah jarum kompas tidak bergerak lagi, maka jarum
tersebut menunjuk ke arah utara magnet.
2. Bidik sasaran melalui visir
dengan kaca pembesar. Miringkan sedikit letak kaca pembesar, kira-kira 50áµ’ di
mana berfungsi untuk membidik ke arah visir dan mengintai angka pada dial.
3. Apabila visir diragukan karena
kurang jelas dilihat dari kaca pembesar, luruskan saja garis yang terdapat pada
tutup dial ke arah visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah dilihat
melalui kaca pembesar yang diletakkan di bawahnya.
Ada juga loh kak jenis – jenis
kompas :
Kompas Analog
Kompas analog adalah kompas yang
biasa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja kompas yang dipakai
ketika acara pramuka. Sedangkan kompas digital merupakan kompas yang telah
menggunakan proses digitalisasi. Dengan kata lain cara kerja kompas ini
menggunakan komputerisasi.
Kompas Digital
Diciptakannya kompas digital
bertujuan untuk melengkapi kebutuhan robotika yang semakin canggih. Dunia
robotika ini sangat membutuhkan alat navigasi yang efektif dan efisien.
Sementara itu alat sistem navigasi yang tersedia di pasaran harganya mahal.
Sedangkan kompas sendiri merupakan sebuah alat sistem navigasi yang efektif
dengan harga lebih murah. oleh karena itu kompas digital diharapkan bisa
mensubstitusi alat sistem navigasi pada robot.
Kompas Bidik
Kompas bidik atau prisma fungsi
utamanya untuk mempermudah menghitung sudut sasaran bidik (tempat atau benda)
secara langsung. Cara pemakaiannya dengan membidikkan kompas ke sasaran secara
langsung sekaligus membaca sudut sasaran pada skala kompas. Besar sudut yang
dibuat oleh arah bidikan dan arah jarum (utara) itulah sudut sasarannya
(bearing).

Kompas Silva
Kompas silva atau orienteering
fungsi utamanya untuk mempermudah perhitungan dan pembacaan pada peta secara
langsung. Badan atau pembungkus kompas silva selalu dibuat transparan untuk
mempermudah pembacaan peta yang diletakkan di bawahnya
Kalau kita nggak ada kompas, kita juga bisa loh kak
pakai beberapa alat sebagai pengganti kompas diantaranya :
1. Jarum/Silet di permukaan air. Ada
cara yang paling umum digunakan seseorang untuk menentukan arah, yaitu membuat
kompas sederhana. Caranya mudah, hanya bermodalkan jarum atau silet yang
digosok ke permukaan kering, dan ditusukkan ke gabus. Gabungan silet dan gabus
kemudian diletakkan di atas permukaan air, sehingga terlihat mengapung. Ujung
silet atau jarum pada kompas sederhana ini selalu menunjuk ke arah utara atau
selatan
2. Melihat kuburan Islam dan Kristen
Jika berada di suatu pedesaan yang asing dan tersesat di sana. Anda bisa
menentukan arah dengan melihat kuburan. Kuburan Islam dan Kristen selalu menunjukkan
arah utara-selatan. Bagian nisan atau kepala yang selalu menghadap ke barat.
Jadikanlah ini sebagai patokan dasar. Eits, tapi ingat, ini hanya berlaku di
wilayah Indonesia saja.
3. Masjid/Musholla. Jika tidak menemukan
kuburan, Anda bisa mencari tempat ibadah, seperti masjid. Anda bisa
memanfaatkan arah kiblat atau arah sholat umat muslim. Di Indonesia, masjid
selalu menghadap ke arah barat, karena ka'bah yang dijadikan kiblat umat muslim
berada di barat Indonesia. Manfaatkan ini sebagai patokan dasar menentukan arah
selanjutnya.
4. Bayangan benda Jika tersesat pada
siang hari, lihatlah ke arah bayangan benda. Sama seperti menentukan arah
dengan jam, letakkan benda tegak di permukaan tanah. Pada siang menuju sore,
bayangan benda umumnya condong ke barat. Sebaliknya, jika tersesat pagi
menjelang siang, bayangan benda umumnya condong ke arah timur.
5. Memanfaatkan pohon Nah, untuk
Anda yang tersesat di kawasan penuh pepohonan, cobalah cari pohon yang
berbatang besar. Perhatikan setiap sisi batang pohon ini. Sisi pohon berbatang
besar yang terkena sinar matahari dan tidak berlumut menunjukkan arah timur.
Jika tersesat pada malam hari, coba raba sisi pohon berbatang besar ini, dan
rasakan suhunya. Cari sisi pohon yang terasa paling hangat. Sisi ini menunjukkan
arah barat.
Nah itu tadi materi singkat
tentang kompas yang dapat admin sampaikan. Semoga bermanfaat ya kak!
Salam Pramuka!
#LustrumIX
#PDTXLV
#PramukaJogja
0 komentar: