Simulasi PDT 1

08.58 Zulaikha 7 Comments


Assalamu’alaikum . . . .
Semangat pagi, Kak! Apa kabar?

Kembali lagi bersama kami, Ambalan Alibasyah dan Ambalan Ratnaningsih. Tahun ini, kami berencana untuk mengikuti PDT (Pengembaraan Desember Tradisional) kembali, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Latihan demi latihan pastinya akan berlangsung demi mengikuti lomba-lomba PDT. Dibalik itu, terdapat persiapan yang matang dari kami. Kami memilih koordinator sebagai pengatur latihan menjelang pra-PDT. PDT tahun ini, koornya Kak Farkhan Athoilah. Kakak yang satu ini akrab disapa, Kak Atok. Kak Atok ini yang akan mengkoordinir setiap peserta. Ini dia nih, Kak Atoknya!



Kami mengadakan simulasi PDT yang pertama pada Rabu tanggal 25 November 2015. Kakak-kakak tim sukses membantu kami dalam menentukan rute dan sebagai panitianya.

Pukul 07.30 kami tiba di MAN Yogyakarta I. Kami mulai persiapan untuk memasukkan pasie pada plastik kresek yang telah disediakan. Pasir ini akan diggunakan sebagai beban saat berjalan nanti.

Kami membawa tas yang telah diberi beban. Satu plastik lima kiloan atau
dua plastik dua setengah kilo. Rasanya cukup berat. Kami mulai berjalan dari MAN Yogyakarta 1 pada pukul 09.00.

Ini foto sebelum kami berjalan. Kami mendapat beberapa pembekalan dari kakak-kakak tim sukses. Terima kasih ya, kak . . . .




Ini sangga Alibasyah 1 . . . .



Ini sangga Ratnaningsih 2 . . . .


Di tengah perjalanan, ada beberapa peserta yang merasa sesak nafas,akibat beban yang dibawa.  Namun, tak begitu serius. Mereka dapat mengatasinya dengan cara mereka sendiri. Keren, ya?

Ini foto saat diperjalanan


Bagaimana simulasi PDT sekolah kakak?

Kami sampai di MAN Yogyakarta I pada pukul 12.00. Lelah sekali rasanya. Sebagian dari kami ada yang merebahkan tubuhnya di ruang UKS, ada yang merebahkan dirinya dimasjid, ada yang langsung sholat dzuhur, ada juga yang langsung makan, dan masih banyak lagi aktifitas yang dilakukan oleh masing-masing peserta. Kami berpisah satu persatu membentuk kelompok kecil. Seperti tidak kompak ya, kawan? Yah, itulah kami. Semoga kami dapat memperbaiki kekurang kompakan kami. Amin.

Apapun yang terjadi, kami terus berusaha untuk solid dan kompak. Mungkin, kedengarannya sederhana. Namun, terdaoat makna yang mendalam dari makna-makna tersebut. Tak mudah untuk mewujudkannya.

Latihan fisik biasanya kami lari mengelilingi sekolah sebanyak lima kali, kemudian dilanjutkan dengan jalan jongkok ataupun push up. Kami berusaha mentaati aturan latihan fisik, karena ini merupakan pokok penting dalam PDT. Persiapan fisik kami harus matang. karena nanti kami akan terus berjalam selama empat hari. Semangat!
Latihan perbidang biasanya didampingi oleh kakak-kakak tim sukses, kakak-kakak demisioner ataupun kakak-kakak purna. Kami dibimbing dan dilatih untuk menghasilkan yang terbaik.

Aster dilatih dengan diberi soal-soal oleh kakak purna. Namanya Kak Baroroh
LBB dilatih fisik serta gerakannya oleh kakak purna. Namanya Kak Meru.
Ketpram dilatih oleh Kak Askar, selaku demisioner.
Stop motion dibimbing oleh Kak Sufi, selaku kawan kami.
Blog dilatih oleh Kak Pasa dan Kak Rayhan.
FKR dilatih oleh Kak Etha.

Sekian dulu ya, kawan. Terima kasih telah membaca. Semoga menambah wawasan kawan-kawan semua.
Salam pramuka!
Salam pengembara muda!

#PDTXLIV 
#
SeAbadPangsarSoedirman
#DKC1205

7 komentar:

Ini Kami Alibasyah-Ratnanigsih!

23.40 Unknown 14 Comments


Salam Pramuka...
Tetap berjuang seperti karang yang tak runtuh oleh hempasan ombak...
Tetap berkobar bak arang yang membinasakan kayu...
Tetap meniti asa di antara bayang gelap tunas kelapa ..
Itulah kami para sudirman muda...

Meretas Makna PDT....
Haiii.... Kawan PDT XLIV pada persiapan PDT kali ini, kami dari Ambalan Alibasyah –Ratnaninsih (Baca:Bara) memiliki seabreg kegiatan yang patut kalian simak ni...Seru Lo.... Persiapan untuk PDT tahun ini cukup menguras semangat dan daya juang kami... Karena pada hakekatnya PDT bukanlah sekedar perlombaan untuk mencari siapa pemenang dengan ambalan terkeren, sangga terbaik, sangga terkompak  namun kegiatan PDT menurut kami adalah wadah menampung keberanian ... Keberanian untuk menunjukkan seberapa besar kami berjuang untuk kegiatan ini.. 
Pengembaraan Desember Tradisional (Singkat: PDT) tahun ini mengangkat tema “Seratus Tahun Panglima Besar Soedirman” entah apa yang ada yang ada di benak panitia mengangkat tema ini. Menurut kami sih  ih wauu banget  #lagialay...dari tema ini ada dua poin penting mengenai semangat yang ingin ditebarkan oleh kegiatan ini yaitu semangat refleksi perjuangan dan semangat menghadirkan sudirman muda dalam masa kini. Dengan begitu peran PDT sangat penting sebagai kegiatan kepramukaan di bumi mataram. 
Berbicara mengenai PDT tidak afdhol bila tidak membahas pramuka. Keduanya bak pinang dibelah dua yang tentunya saling mengisi kegiatan pramuka di Yogyakarta. Pramuka sendiri menjadi bagian penting wadah pendidikan karakter bangsa. Kehadirannya menjadi embun penyejuk di tengah laju kerusakan moral bangsa. Sebagai wadah candradimuka pramuka terus mengembangkan kegiatan-kegiatannya untuk mengakomodir generasi penerus bangsa yang ingin mengerti indahnya sebuah ke-Nusantara-an. Salah satunya dengan sistem pengembaraan yang dikemas menyenangkan, edukatif dan tentunya bermanfaat untuk menempa pramuka di masa kini ya itulah... PDT..

Melihat Kembali Pramuka Mansa..
Pramuka di MAN Yogyakarta I merupakan salah satu ekstrakurikuler yang sudah cukup berusia lama. Bernama Ambalan Alibasyah-Ratnaningsih. Ambalan Alibasyah merupakan ambalan untuk siswa putra yang berpangkalan di MAN Yogyakarta 1, singkatnya, nama Alibasyah ini sendiri diambil dari seorang tokoh perjuangan pergerakan nasional yaitu Raden Sentot Alibasyah, yang merupakan ajudan dari pangeran Diponegoro. Sedangkan Ambalan Ratnaningsih merupakan ambalan untuk siswa putri bernama ratnaningsih diambil dari nama istri pangeran Diponegoro.
Sebagai bentuk partisipasi kami dalam kegiatan PDT tahun 2015 ini, kami mengirimkan 4 sangga yang terdiri dari 2 sangga putra dengan nama sangga Alibasyah I & Alibasyah II dan 2 sangga putri dengan nama sangga Ratnaningsih I & Ratnaningsih II, alasan kami menggunakan nama sangga tersebut disamping merupakan nama ambalan kami dan juga bertujuan menggunakan nama ini sebagai bentuk anggota sangga kami untuk meneladani semangat para pahlawan nasional. Nah, sebagai bentuk rasa semangat kami untuk menghadirkan kembali para sudirman muda ini, kita buktikan keseriusan kami dengan selalu mengadakan latihan PDT ini, baik latihan fisik maupun latihan lomba.

Ketika bibit pulas dirawat hasil pun tentu didapat ...
Setiap latihan PDT yang kita gelar, belum tentu sesuai dengan rencana yang sudah kita susun rapi, kadang kala pasti ada ada saja kendala yang menghadang, beberapa kendala yang sering kita hadapi adalah diantaranya, anggota sangga yang kurang lengkap ketika latihan, cuaca yang tidak mendukung pun seringkali hadir di tengah kami ketika sedang latihan, namun, alhamdulillah, latihan yang sudah kita rencanakan berjalan tidak jauh dengan apa yang sudah kita rencanakan.
Untuk tahun ini, pangkalan kami mengikuti semua lomba yang diadakan oleh sangga kerja, baik asah terampil (Aster), Ketrampilan Kepramukaan (Ketpram), Lomba Baris Berbaris (LBB), lomba blog, lomba stop motion, dan juga tentunya lomba Festival Kesenian Rakyat (FKR). Di bidang Aster, pangkalan kami berencana mengirimkan 3 orang perwakilan, yang terdiri dari putra semua. untuk aster ini, tim aster kami berlatih setiap hari, latihan diisi oleh kakak kelas XII dan juga oleh para alumni kami. bentuk latihan aster ini bermacam macam, ada penyampaian materi aster dari para pelatih, penyampaian materi dari kakak kelas XII, maupun latihan soal soal yang telah dibuat oleh alumni kami, maupun kakak kelas XII kami.

Untuk lomba Baris Berbaris, pangkalan kami berencana mengirim 16 orang perwakilan dimana 8 orang putra dan 8 orang putri. Untuk latihan LBB ini, kami menggelar latihan hampir setiap hari. Berbeda dengan latihan lomba giat prestasi lainnya, kami mengawali latihan lomba giat prestasi LBB ini dengan latihan fisik yang cukup menguras tenaga, namun kami tahu, hal itu harus dilakukan demi kebaikan kami juga. materi pelatihan lomba LBB ini diantaranya adalah materi POS I , POS II dan POS III.

Di bidang ketpram , pangkalan kami berencana mengirimkan 6 orang perwakilan , yang terdiri dari 3 orang putra dan 3 orang putri. Seperti halnya latihan lomba giat prestasi aster  ,tim Ketpram kami berlatih setiap hari beragam materi Ketpram ini beberapa yang jadi materi adalah , pelatihan materi komunikasi lapangan (komlap), navigasi darat, maupun yang lainnya. dan karena keterbatasan fasilitas di sekolah kami, kami menggelar latihan Single Rope Technique (SRT) di Bumi perkemahan Bababarsari setiap minggu .
Lomba blog, untuk lomba blog, pangkalan kami mengirimkan 2 orang perempuan untuk berpartisipasi dalam lomba blog ini, hal yang kami lakukan untuk menyambut lomba giat prestasi blog PDT ini adalah pembuatan artikel, laporan kegiatan kita di bulan November & Desember, dan lainnya. Lomba Stop Motion, Untuk lomba stop motion ini, kami mengirimkan satu orang laki-laki dan satu orang perempuan. Hal yang kami lakukan untuk berpartisipasi dalam lomba giat prestasi stop motion adalah menggambar, melukis, dan memotret serta mempublikasikannya melalui Youtube.  

Dan yang terakhir tentunya adalah lomba giat prestasi Festival Kesenian Rakyat (FKR) untuk FKR ini, kami mengirimkan 20 orang pemain FKR, ada yang berperan sebagai pemeran utama, pengganti, maupun sebagai perias, untuk PDT kali ini, tim PDT kami sudah mempersiapkan adegan adegan yang bermakna dan penuh pesan, dan judul drama FKR kami adalah “Pengorbanan Tanpa Pamrih” .


Panjang..., melelahkan..., penuh semangat.., pantang menyerah..., itulah kata yang tepat mewakili gambaran perjuangan kami dalam mengisi kegiatan di masa persiapan PDT. Karena menurut kami seorang sudirman muda sejati harus tercermin dalam dirinya.. “tidak ada hasil yang menghianati usahanya,.. tidak ada kemenangan tanpa doa yang panjang...Semoga menginspirasi....
#Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubaktikan

#SeAbadPangsarSoedirman
#PDTXLIV
#DKC1205


Jangan lupa ya klik link PDT Jogja

14 komentar:

Satuan Karya

19.47 Unknown 0 Comments

Satuan Karya
Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Satuan Karya diperuntukkan bagi para Pramuka Penggalang Terap, Pramuka Penegak dan Pandega, dan para pemuda usia 14-25 tahun dengan syarat khusus. Setiap Saka memiliki beberapa krida, dimana setiap Krida mengkususkan pada sub bidang ilmu tertentu yang dipelajari dalam Satuan karya tersebut. Setiap Krida memiliki SKK untuk TKK Khusus saka yang dapat diperoleh Pramuka yang bergabung dengan Krida tertentu di sebuah Saka.
Satuan Karya Pramuka juga memiliki kegiatan khusus yang disebut Perkemahan Bhakti Satuan Karya Pramuka (PERTISAKA) yang dilaksanakan oleh tiap-tiap saka dan kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama lebih dari satu saka yang disebut perkemahan antar saka (PERAN SAKA) dimana dimungkinkan tiap saka mentranfer bidang keilmuan masing-masing. Bagian terkecil dari saka disebut krida,
Satuan Karya Pramuka yang dulu ada 7, pada saat ini satu lagi satuan karya pramuka yang dibentuk adalah satuan karya pramuka Wira Kartika yang merupakan hasil kerja sama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Mabes TNI Angkatan Darat, sehingga satuan karya pramuka pada saat ini ada 8 (delapan), antara lain:
  • Saka Dirgantara
Satuan Karya Pramuka Dirgantara adalah wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kedirgantaraan guna menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional. Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang kedirgantaraan, umumnya saka ini hanya berada di wilayah yang memiliki potensi kedirgantaraan atau memiliki landasan udara.
Pelatihan Pramuka Saka Dirgantara umumnya memperbantukan para profesional di bidang kedirgantaraan, TNI AU pihak perusahaan penerbangan dan klub aeromodelling. Pelatihan biasanya diadakan di sebuah Pangkalan Udara tertentu.
Saka Dirgantara meliputi 3 krida, yaitu:
  1. Krida Olahraga Dirgantara (ORGIDA)
  2. Krida Pengetahuan Dirgantara
  3. Krida Jasa Kedirgantaraan
  • Saka Bhayangkara
Satuan Karya Pramuka Bhayangkara adalah wadah kegiatan kebhayangkaraan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), guna menumbuhkan kesadaran berperan serta dalam pembangunan nasional.Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang kebhayangkaraan.
Saka Bhayangkara ialah Satuan Karya terbesar dan paling berkembang di Indonesia.Saka Bhayangkara dapat dibentuk di hampir seluruh wilayah Kwartir di Indonesia, tidak terbatas pada suatu sumber daya atau kondisi alam.Dalam pelatihan Saka Bhayangkara, umumnya Gerakan Pramuka bekerjasama dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia dan terkadang memperbantukan pihak Dinas Pemadam Kebakaran. Biasanya Saka Bhayangkara berada dibawah pembinaan POLRI.
Saka Bhayangkara meliputi 4 krida, yaitu :
  1. Krida Ketertiban Masyarakat (Tibmas)
  2. Krida Lalu Lintas (Lantas)
  3. Krida Pencegahan dan Penaggulangan Bencana
  4. Krida Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP)
Pada krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana terdapat 4 sub krida :
  1. Subkrida PASKUD (Pasukan Berkuda)
  2. Subkrida PASKAN (Pasukan Anjing Pelacak)
  3. Subkrida DAMKAR (Pemada Kebakaran)
  4. Subkrida SAR (Search And Rescue)
  • Saka Bahari
Satuan Karya Pramuka Bahari adalah wadah bagi Pramuka yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorentasi kebaharian termasuk laut dan perairan dalam. Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang Kelautan.
Pembinaan Saka Bahari bekerjasama dengan pihak TNI AL, Profesional di bidang Olahraga Air, Departemen Pariwisata dan Departemen Kelautan. Umumnya Saka Bahari hanya berada di wilayah yang memiliki potensi di bidang Bahari.
Saka Bahari meliputi 4 krida, yaitu :
  1. Krida Sumberdaya Bahari
  2. Krida Jasa Bahari
  3. Krida Wisata Bahari
  4. Krida Reksa Bahari
  • Saka Bhakti Husada
Satuan karya Pramuka Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.
Pembinaan Saka Bhakti Husada berada dibawah naungan Gerakan Pramuka yang bekerjsama dengan Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan, PMI, Rumah Sakit, dan juga Lembaga Kesehatan Profesional lainnya.
Saka Bakti Husada meliputi 5 krida, yaitu :
  1. Krida Bina Lingkungan Sehat
  2. Krida Bina Keluarga Sehat
  3. Krida Penanggulangan Penyakit
  4. Krida Bina Obat
  5. Krida Bina Gizi
  6. Krida Pola Hidup Bersih dan Sehat
  • Saka Kencana (Keluarga Berencana)
Satuan Karya Pramuka Kencana adalah wadah kegiatan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan praktis dan bakti masyarakat, dalam bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan.
Pembinaan Saka Kencana berada di bawah Gerakan Pramuka yang bekerjasama dengan Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Saka Kencana meliputi 4 krida, yaitu :
  1. Krida Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR)
  2. Krida Bina Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS dan PK)
  3. Krida Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (Advokasi dan KIE)
  4. Krida Bina Peran Serta Masyarakat (PSM).
  • Saka Taruna Bumi
Satuan Karya Pramuka Taruna Bumi adalah wadah bagi para Pramuka untuk meningkatkan dan mengembangkan kepemimpinan, pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan para anggotanya, sehingga mereka dapat melaksanakan kegiatan nyata dan produktif serta bermanfaat dalam mendukung kegiatan pembangunan pertanian.
Pembinaan Saka Taruna Bumi bekerjasama dengan Departemen Pertanian, Dinas Pertanian, LIPI, dan Lembaga Holtikultura.
Saka Tarunabumi meliputi 5 krida, yaitu :
  1. Krida Pertanian dan Tanaman Pangan
  2. Krida Pertanian Tanaman Perkebunan
  3. Krida Perikanan
  4. Krida Peternakan
  5. Krida Pertanian Tanaman Holtikultura.
  • Saka Wanabhakti
Satuan Karya Pramuka Wanabakti adalah wadah bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk melaksanakan kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa tanggungjawab terhadap pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Pembinaan Saka Wanabhakti bekerjasama dengan Departemen Kehutanan, Perhutani dan LSM Lingkungan Hidup/Lembaga Profesional terkait.
Saka Wanabakti meliputi 4 (empat) krida, yaitu :
  1. Krida Tata Wana
  2. Krida Reksa Wana
  3. Krida Bina Wana
  4. Krida Guna Wana.
  • Saka Wira Kartika
Satuan Karya Pramuka Wira Kartika baru berupa Satuan Karya Rintisan yang mulai dilaksanakan pada akhir tahun 2007. Pembentukannya berdasarkan Peraturan bersama Kepala Staf Angkatan Darat dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 182/X/2007 dan 199 tahun 2007 tanggal 28 Oktober 2007 tentang kerjasama dalam usaha pembina dan pengembangan pendidikan bela negara dan kepramukaan.
Pengoraganisasian Saka binaan TNI AD ini, tidaklah jauh berbeda dengan Satuan Karya pada umumnya. Namun Demikian Saka Wira Kartika ini memiliki Program Pendidikan yang dibentuk dalam Satuan Krida antara Lain :
  1. Krida Survival
  2. Krida Pioner
  3. Krida Mountainering
  4. Krida Navigasi Darat
  5. Krida Bintal Juang
  • Saka Pariwisata
Saka Pariwisata merupakan wadah kegiatan pendidikan dan pembinaan guna menyalurkan minat, bakat dan menambah pengetahuan, ketrampilan, pengalaman para Pramuka Penegak dan Pandega, dalam bidang kepariwisataan.
Saka Pariwisata meliputi 3 Krida, yaitu:
  1. krida penyuluh pariwisata
  2. krida pemandu pariwisata
  3. krida kuliner wisata
  • Saka Widya Budaya Bakti
Saka Widya Budaya Bakti adalah wadah pendidikan dan pembinaan bagi para pramuka penegak dan pramuka pandega untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, kemampuan, dan pengalaman dalam bidang pengetahuan dan teknologi serta keterampilan di bidang Pendidikan dan Kebudayaan yang dapat menjadi bekal bagi kehidupan dan penghidupannya untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa, dan negara.
Saka Widya Budaya Bakti meliputi 7 Krida, yaitu:
  1. Krida Pendidikan Masyarakat
  2. Krida Anak Usia Dini
  3. Krida Pendidikan Kecakapan Hidup
  4. Krida Bina Sejarah
  5. Krida Bina Seni dan Film
  6. Krida Bina Nilai Budaya, berisi
  7. Krida Bina Cagar Budaya dan Museum
  • Saka Kalpataru
Saka Kalpataru merupakan satuan Karya Pramuka tempat meningkatkan pengetahuan, pengalaman, ketrampilan dan kecakapan, dan kepemimpinan Pramuka Penegak dan Pandega serta sebagai wadah untuk menanamkan kepedulian dan rasa tanggungjawab dalam mengelola, menjaga, dan mempertahankan dan melestarikan lingkungan untuk keberlanjutan generasi sekarang dan mendatang. Pembentukan Saka Kalpataru bertujuan untuk memberi memberi wadah pendidikan dan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, kemampuan ,pengalaman dalam bidang pengetahuan dan teknologi serta keterampilan khususnya yang berkaitan dengan substansi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) yang menjadi bekal penghidupannya untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa dan Negara.
Saka Kalpartaru meliputi 3 Krida, yaitu:
  1. Krida 3R (Reduce, Reuse, Recycle),
  2. Krida Perubahan Iklim, dan
  3. Krida Konservasi Keanekaragaman Hayati.


0 komentar: