PERAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN DALAM PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA

00.53 Unknown 0 Comments




Azrul Azwar 

Disampaikan pada Sosialisasi UU Gerakan Pramuka

Semarang 25 Maret 2011 





PENDAHULUAN

Pembangunan Nasional yang dilaksanakan dalam tiga dasa warsa terakhir, telah memberikan banyak kemajuan, termasuk kemajuan di bidang kehidupan kaum muda. Dari  data yang ada,  tampak tingkat pendidikan kaum muda, tingkat keterlibatan kaum muda  dalam kegiatan ekonomi, sosial dan politik,  serta prestasi kaum muda dalam kegiatan olahraga dan kesenian, tampak  makin bertambah baik dan meningkat. 



Namun bersamaan dengan itu, harus pula  diakui, karena pengaruh pelbagai faktor, telah  muncul pelbagai masalah yang dihadapi oleh kaum muda, yang secara umum dapat dibedakan atas dua macam. Pertama, masalah sosial kaum muda berupa penggunaan obat terlarang,  hubungan seksual pra-nikah, aborsi, perkelahian, tawuran,  kekerasan serta kriminalitas remaja yang tinggi.  Kedua, masalah kebangsaan kaum muda berupa  solidaritas sosial, semangat kebangsaan, semangat bela negara serta semangat persatuan dan kesatuan  yang rendah.

Munculnya kedua masalah ini  dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu diantaranya yang dinilai mempunyai peranan yang penting adalah karena faktor karakter kaum muda,  yang dalam satu dasa warsa terakhir, tampak telah kehilangan  watak, kepribadian serta pekerti luhur.  Tentu mudah dipahami munculnya keadaan ini  sangat tidak diharapkan. Dampaknya bukan saja akan merusak kehidupan kaum muda pada saat ini, tetapi yang paling merisaukan  adalah akan membahayakan kehidupan masyarakat,  bangsa serta  negara pada masa depan.

Untuk mengatasinya, banyak hal yang harus dilakukan. Salah satu diantaranya yang dinilai mempunyai peranan yang strategis adalah menggalakkan kembali  pendidikan karakter  kaum muda, yang  dalam satu dasa warsa terakhir ini tampak agak diabaikan.

KARAKTER

Karakter, secara etimologis berasal dari bahasa Yunani “karasso”, yang berarti ‘cetak biru’, ‘format dasar’, ‘sidik’ seperti misalnya dalam sidik jari. . Pada saat ini pengertian karakter banyak macamnya. Pusat Bahasa Depdiknas RI merumuskan karakter sebagai  bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, atau watak. Sedangkan Musfiroh (2008) mendefiniskan karakter sebagai  rangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), serta  keterampilan (skills).  



Karakter seseorang dipengaruhi oleh kepribadian, perilaku, sifat,  tabiat, dan watak yag dimiliki orang tersebut. Seseorang disebut berkarakter mulia apabila orang tersebut  berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak baik seperti ramah, jujur, dan suka membantu.  Sebaliknya seseorang  disebut berkarakter tercela (buruk)apabila orang tersebut berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak tidak baik seperti kejam, tidak jujur, dan rakus.  



PENDIDIKAN KARAKTER

Pendidikan karakter, menurut Kementerian Pendidikan Nasional RI (2010),   adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan kemampuan  untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut.  Sedangkan Elkin dan Sweet (2004) mendefinisikan pendidikan karakter sebagai  suatu upaya  yang nyata, disengaja serta bersungguh-sungguh dalam menolong seseorang untuk  mengerti, menyayangi serta  bertindak sesuai dengan nilai-nilai hakiki yang terkandung dalam etika.  Pada akhir-akhir ini, terutama sejak tahun  1990-an,  pendidikan karakter, tampak makin berkembang, antara lain berkat  jasaThomas Lickona melalui karyanya  yang spektakuler “The Return of Character Education” 



Pendidikan karakter sering dibedakan dengan pendidikan moral.   Pendidikan karakter mencakup  upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan seseorang untuk berbuat yang benar. Sedangkan pendidikan moral  hanya mengajarkan hal-hal yang benar  dan salah saja. Pendidikan moral dinilai lebih rendah dari pada pendidikan karakter.



Pendidikan karakter juga dibedakan dengan pendidikan akhlak. Sekalipun  kedua pendidikan tersebut sebenarnya mempunyai  orientasi  yang sama,  yakni  sama-sama berupaya membentuk karakter, namun pendidikan karakter lebih bernuansa  barat dan sekuler. sedangkan pendidikan akhlak  lebih bernuansa  timur dan agamis.



Tujuan pendidikan karakter adalah membentuk pribadi  anak, supaya menjadi manusia, anggota masyarakat  serta  warga negara yang baik, yang sesuai dengan nilai-nilai  budaya masyarakat setempat.  Dari  rumusan tujuan pendidikan karakter ini  jelaslah, apabila pendidikan karakter diselenggarakan dalam konteks pendidikan di Indonesia, tujuan utamanya adalah menanamkan nilai-nilai yang bersumber dari budaya masyarakat dan bangsa Indonesia.



Nilai-nilai budaya yang dimaksud untuk  masyarakat Amerika Serikat dibedakan atas 10 macam yakni  (1) dapat  dipercaya (trustworthiness) , (2)  rasa hormat dan perhatian (respect) , (3) tanggung jawab (responsibility), (4) jujur (fairness, (5) peduli (caring), (6) kewarganegaraan (citizenship), (7) ketulusan (honesty), (8) berani (courage), (9) tekun (diligence) serta (10) integritas (integrity). Sedangkan untuk masyarakat Indonesia, sebagaimana yang dirumuskan oleh Indonesia Heritage Foundation, dibedakan atas 9 macam yakni (1)  cinta kepada Allah dan semesta beserta isinya, (2) tanggung jawab, disiplin dan mandiri, (3) jujur, (4) hormat dan santun, (5) kasih sayang, peduli, dan kerja sama(6) percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, (7) keadilan dan kepemimpinan, (8) baik dan rendah hati , serta (9) toleransi, cinta damai dan persatuan 

Model pendidikan karakter secara umum dapat dibedakan atas 4 macam yakni (1) otonomi, disini  pendidikan karakter diselenggarakan sebagai mata pelajaran tersendiri, (2) integrasi, disini pendidikan karakter diselenggarakan secara terpadu dengan mata pelajaran lain, (3) suplemen, disini  pendidikan karakter diselenggarakan melalui kegiatan tambahan yang bersifat ekstrakurikuler  atau  kemitraan, serta (4) kolaborasi, disini  pendidikan karakter diselenggarakan dengan menggabungkan ketiga model pendidikan diatas ke dalam seluruh kegiatan sekolah.

Proses pendidikan karakter diselenggarakan dengan tiga tahap yakni (1) tahap knowing the good yakni  tahap  memberikan pemahaman  secara logis dan rasional, bukan dogmatis dan otoriter, tentang hal-hal baik dalam kehidupan. Sasaran utama pendidikan karakter pada tahap ini adalah dimensi akal, rasio dan logika, (2) tahap loving the good yakni  tahap menumbuhkan rasa cinta dan rasa butuh terhadap hal-hal baik. Sasaran utama pendidikan karakter pada  tahap ini adalah dimensi emosional, hati, atau jiwa, serta (3) tahap doing the good yakni  tahap mempraktekan hal-hal baik.  Sasaran utaman pendidikan karakter  pada tahap ini adalah demensi perilaku (Lickona, 2002)

Apabila pendidikan  karakter dapat dilaksanakan dengan baik, akan terbentuk seseorang yang memiliki nilai-nilai yang  baik pula. Nilai-nilai baik tersebut banyak macamnya, yang untuk Indonesia dihasilkan  atas 4 macam olah, yakni : 

1.    Olah pikir :  Cerdas , Kritis, Kreatif, Inovatif, Rasa ingin tahu, Produktif , Orientasi  iptek dan Reflektif 

2.    Olah hati : Beriman, Bertaqwa, Berbudi luhur, Berjiwa patriotic,  Taat aturan, Tertip, Teladan, Empati  dan Jujur 

3.    Olah raga : Bersih, Sehat, Sportif, Tangguh, Andal, Daya tahan, Bersahabat, Koperatif, Determinatif, Kompetitif, Cerira dan Gigih 

4.    Olah rasa : Saling menghargai, Gotong royong, Kebersamaan, Ramah, Toleran,  Nasionalis, Peduli, Kosmopolit, Kepentingan umum, Cinta tanah air



PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN

Pendidikan kepramukaan termasuk dalam pendidikan non formal, karena sama-sama menekankan pentingnya keterampilan (okupasi) (UU Sisdiknas, 2009). Perbedaannya terletak pada materi dan metoda pendidikan yang dipergunakan. Pada pendidikan kepramukaan, materi pendidikan tidak hanya berupa keterampilan, tetapi  diperkaya dengan pendidikan nilai-nilai sebagaimana yang tercatum dalam  Tri Satya dan Dasa Darma. Nilai-nilai yang dimaksud untuk Tri Satya adalah menjalankan kewajiban terhadap Tuhan, Negara Kesatuan RI dan mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, serta menepati dasa darma. Sedangkan  untuk dasa darma, nilai-nilai yang dimaksud adalah Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia; Patriot yang sopan dan kesatria; Patuh dan suka bermusyawarah; Rela menolong dan tabah; Rajin, terampil dan gembira; Hemat, cermat dan bersahaja; Disipilin, berani dan setia; Bertanggung jawab dan dapat dipercaya, serta Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Metoda pendidikan yang dipergunakan pada pendidikan kepramukaan berbeda dengan pendidikan non formal lainnya. Metoda pendidikan kepramukaan, tidak hanya  belajar secara interaktif dan progresif sebagaimana kebanyakan pendidikan non formal lainnya, tetapi diperkaya dengan penyelenggaraannya  yang dilakukan di alam terbuka, dalam bentuk  permainan yang menantang, menarik  dan menyenangkan sesuai dengan perkembangan fisik dan kejiwaan  kaum muda,dilaksanakan  secara berkelompok dalam satuan terpisah, bersifat kompetitif, dan bagi yang berhasil diberikan tanda kecakapan  (merit badge).



Dengan materi serta metoda pendidikan sebagaimana dikemukakan diatas, diharapkan pendidikan kepramukaan dapat mencapai  tujuan yang telah ditetapkan, yang untuk Indonesia secara umum dapat dibedakan atas tiga macam yakni:



1.    Membentuk karakter kaum muda sehingga memiliki watak, keperibadian dan akhlak mulia 

2.    Menanamkan semangat kebangsaan agar kaum muda  cinta tanah air dan memiliki semangat bela negara 

3.    Membekali kaum muda dengan berbagai keterampilan hidup  



Proses pendidikan kepramukaan dibedakan atas empat tahap yakni (1) Belajar mengetahui (learning to know), (2) Belajar berbuat (learning to do), (3) Belajar hidup bersama (learning to live together), dan (4) Belajar menjadi seseorang (learning to be)

PENDIDIKAN KARAKTER DAN GERAKAN PRAMUKA

Jika diperhatikan tujuan, materi, metoda serta proses  pendidikan keperamukaan, tidak dapat disangkal bahwa pendidikan kepramukaan pada dasarnya identik dengan pendidikan karakter, yang dapat disimpulkan dari empat hal yakni :



1.    Tujuan  pendidikan kepramukaan adalah  membentuk  watak, keperibadian dan akhlak mulia kaum muda. Tujuan pendidikan ini sama dengan tujuan pendidkan karakter

2.    Materi  pendidikan kepramukaan adalah nilai-nilai seperti tercantum dalam Tri Satya dan Dasa Darma. Materi pendidikan ini juga sama dengan nilai-nilai yang ingin dicapai oleh pendidikan karakter

3.    Metoda pendidikan kepramukaan adalah belajar interaktif dan progresif. Metoda pendidikan ini juga sama dengan metoda pendidikan karakter.

4.    Proses pendidikan kepramukaan dibedakan atas empat yakni learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be yang juga sama dengan proses pendidikan karakter yakni knowing the good, loving the good and doing the good.



Pendidikan kepramukaan jika ditinjau dari model pendidikan, termasuk dalam bentuk suplemen. karena diselenggarakan melalui kegiatan tambahan yang bersifat ekstrakurikuler  atau  kemitraan. Namun demikian, sekalipun hanya bersifat suplemen, hasil yang diperoleh akan lebih spektakuler. Pendidikan kepramukaan menggunakan metoda pendidikan di alam terbuka yang bersifak khas. Dari pengalaman selama ini, metoda pendidikan di alam terbuka tersebut dinilai dapat  membentuk  karakter kaum muda yang lebih mantap. 



KESIMPULAN

Pada saat ini karena pengaruh pelbagai faktor ditemukan pelbagai masalah di kalangan kaum muda,  yang salah satu diantaranya adalah  masalah  karakter. Untuk  mengatasinya perlu dilakukan pendidikan karakter, yang  antara lain dapat diselenggarakan melalui pendidikan kepramukaan.  



Dari pengalaman yang dimiliki, pendidikan kepramukaan  pada dasarnya adalah  identik dengan pendidikan karakter. Hal ini dapat dilihat paling tidak dari empat hal yakni dari (1) tujuan yang ingin dicapai (2) materi pendidikan yang disampaikan, (3) metoda pendidikan yang dipergunakan serta (4) proses pendidikan, yang keempat-empatnya identik dengan pendidikan karakter.



DAFTAR BACAAN 

1.    Lickona , E Thomas  : Educating For Character : How Our Schools Can Teach Respect & Responsibility, Bantam Books, 1991 

2.    Kwarnas : UU No 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka,  Jakarta , 2010 

3.   Kwarnas: Rencana Strategik Gerakan Pramuka, Jakarta, 20
    

0 komentar:

Seragam Pramuka Coklat Kenapa???

00.52 Unknown 0 Comments

Kenapa Seragam Pramuka berwarna Coklat tua dan coklat muda, terus setangan lehernya berwarna Merah Putih ? kenapa seragam pramuka tidak warna biru? atau hijau? atau oranye ? Atau warna yang lainnya, para pendahulu kita memilih warna - warna tersebut bukan tanpa maksud dan alasan, namun ada sebuah cerita yang mengandung makna dan menjadi cita-cita yang ingin dibangun, agar seseorang yang mengenakan seragam pramuka ini menjadi seorang pandu yang memiliki pribadi kesatria, menjadi generasi muda penerus perjuangan bangsa dan setiap orang bangga mengenakannya. Coklat tua adalah warna tanah Indonesia.... Coklat muda adalah warna air yang mengaliri tanah-tanah Indonesia.... Dan Merah Putih adalah kibaran bendera Indonesia.... sehingga seorang pramuka digambarkan sebagai seorang pandu yang berpijak diatas tanah air Indonesia yang selalu siap sedia untuk membela dan mempertahankan agar sang Merah Putih tetap berkibar di bumi Nusantara....
    warna coklat adalah warna pakaian yang juga digunakan para pejuang dimasa kemerdekaan, coklat adalah warna yang penuh kenangan betapa gigihnya para pendahulu kita erjuangkan kemerdekaan Indonesia...betapa banyak nyawa dan harta yang telah dikorbankan untuk mempertahankan kibaran bendera Merah Putih di bumi nusantara ini, begitu besarnya jasa mereka mewujudkan kemerdekaan Indonesia.... oleh karena itu, kita para pramuka yang mengenakan seragam ini harus selalu mengingat betapa besar perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan para pejuang bangsa,dan senantiasa memberikan penghormatan pada jasa2 mereka dengan terus berlatih membina diri kita menjadi pribadi yang tangguh bermoral utama.....penuhi janjimu, Trisatya!... amalkan Dasa darma..agar kita mrnjadi generasi penerus bangsa yang utama....pertahankan Merah putih untuk terus berkibar di bumi Indonesia tercinta ini
    Kemudian dari mulai perbedaan bentuk antara pakaian yang digunakan siaga, penggalang, penegak dan anggota dewasa, kemudian atribut2 yang melengkapinya, tentu saja dengan menjelaskan semua kiasan dan maknanya, seperti kenapa TKU pada siaga diilustrasikan sebagai manggar (bunga kelapa) kuncup, sedangkan pada penggalang dilustrasikan sebagai manggar mekar, kemudian penegak bergambar cikal berwarna kuning yang bersebelahan dengan dasar hijau dan ada satu bintang diatasnya sedangkan pandega kenapa dasarnya berwarna coklat.... dan lain sebagainya - dan lain sebagainya, Sebuah semangat nasionalisme telah ditanamkan sang Pembina dari selembar kain yang semula tidak bermakna yang setelah dijahit dan dilengkapi atributnya bernama seragam pramuka. 

0 komentar:

MAHABAKTI PRAMUKA 2015 : TUMBUHKAN SEMANGAT CINTA SOSIAL DAN ALAM PADA SISWA MAN YOGYAKARTA I

00.51 Unknown 0 Comments


Klaten – Kegiatan Kemah Pramuka di MAN YOGYAKARTA I merupakan agenda tahunan dari ambalan Alibasyah dan Ratnaningsih. Kegiatan bakti sosial menjadi salah satu bagian kegiatan siswa selama Kemah Mahabakti. Kegiatan ini merupakan bentuk ide dari siswa untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama terutama masyarakat sekitar bumi perkemahan. Sekitar 100 paket sembako yang terdiri dari beras, mie instan, gula pasir dan sarden dibagikan langsung kepada penduduk. Bahan-bahan sembako yang dibagikan merupakan hasil dari pengumpulan secara mandiri siswa kelas X. Sejak awal, siswa sudah mengumpulkan bahan-bahan yang akan dibagikan dalam bakti sosial  melalui sangga masing-masing.
Kegiatan Kemah dilaksanakan pada hari Senin (13/4) sampai dengan hari kamis (16/4) juga diisi dengan kegiatan pelantikan tamu ambalan kemudian dilanjutkna dengan lomba antar sangga (kelompok) kemudian Api Unggun tujuan penyelenggaraan ini sebagai media siswa MAN yogyakarta I untuk dapat berkreasi dan bertanggungjawab atas semua latihan rutin yang telah diadakan di MAN Yogyakarta I. Papar Rijal Selaku Ketua Sangga Kerja Mahabhakti. 
Bakti sosial dilaksanakan pada hari ke-3 kemah mahabakti, Rabu (15/4), pukul 08.00 sampai dangan pukul 10.00 WIB. Penduduk yang sebelumnya sudah menerima pembagian kupon dapat langsung menukarkan kupon ke panitia Mahabakti unutk ditukarkan 1 paket sembako. Tidak lebih dari 2 jam, 100 paket sembako dapat terdistribusikan dengan rata ke penduduk. Pancaran rasa bahagia nampak jelas dari raut wajah siswa MANSA. Bahagia karena bisa berbagi dan paling tidak ikut sedikit andil membahagiakan orang lain lewat kegiatan baksos kepada masyarakat setempat.
Singgih Sampurna MA selaku waka kesiswaan, sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan siswa dalam baksos ini. “Dengan kegiatan baksos ini diharapkan siswa menjadi lebih bisa memahami dan belajar secara langsung tentang indahnya berbagi,” papar Singgih Sampurna. (RD & HTN)

0 komentar:

Galeri

11.04 Unknown 0 Comments





0 komentar:

Lagu Pramuka

09.32 Unknown 0 Comments


No
Judul Lagu
Play
Download
1
 Berkemah
 Play
2
 Mars Jamnas86
3
 Mars Raimuna
4
 Alam Bebas
5
Himne Jambore Nasional
6
Himne Raimuna
7
Apa Kabar
8
Disini Bertemu Lagi
9
Pramuka Mandiri
10
Gembira Berkumpul
11
Itu Pramuka
12
Praja Muda Karana
13
Ke Gladian Memimpin Regu
14
Pantun Pramuka
15
Untukmu Indonesiaku

0 komentar:

Sejarah Pramuka di Indonesia

07.08 Unknown 0 Comments

Ternyata gagasan organisasi Boden Powell tersebut dalam waktu singkat menyebar ke berbagai negara termasuk Belanda. Di belanda gerakan pramuka dinamai Padvinder. Pada masa itu Belanda yang menguasai Indonesia pun membawah gagasan itu ke Indonesia. Akhirnya mereka pun mendirikan organisasi tersebut di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu
(Hindia Belanda).

Dalam perkembangan pemimpin-pemimpin gerakan nasional membentuk organisasi kepanduan dengan tujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan siap menjadi kader pergerakan nasional. Dalam waktu singkat muncul berbagai organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).

Kemudian pemerintah Hindia Belanda memberikan larangan penggunaan istilah Padvindery.  Maka K.H. Agus Salim mengganti nama Padvindery menjadi Pandu atau Kepanduan dan menjadi cikal bakal dalam sejarah pramuka di Indonesia

Setelah sumpah pemuda kesadaran nasional juga semakin meningkat, maka pada tahun 1930 berbagai organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung melebur menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Pada tahun 1931 dibentuk PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) kemudian pada tahun 1938 berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia).

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia organisasi Kepanduan dilarang. Maka banyak dari tokoh Pandu yang beralih dan memilih masuk masuk Keibondan, Seinendan, dan PETA.
Setelah proklamasi kemerdekaan kembali dibentuk orgasisasi kepanduan yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 dan menjadi satu-satunya organisasi kepanduan.

Pada tahun 1961 organisasi kepanduan di Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan dan terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia). Sadar akan kelemahan terpecah-pecah akhirnya ketiga federasi yang menghimpun bergabung menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).

Sejarah pramuka di Indonesia di anggap lahir pada tahun 1961. Hal tersebut didasarkan pada Keppres RI No. 112 tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebutkan Presiden pada 9 Maret 1961.

Tentunya banyak yang bertanya, kenapa peringatan hari Pramuka di peringati pada 14 Agustus?. Hal tersebut dikarenakan pada tanggal 14 Agustus 1961 adalah hari dimana Gerakan Pramuka di perkenalkan di seluruh Indonesia, sehingga di tetapkan sebagai hari Pramuka yang di ikuti dengan pawai besar. Sebelumnya presiden juga telah melantik Mapinas, Kwarnas, dan Kwarnari.


0 komentar:

Sejarah Pramuka Dunia

07.03 Unknown 0 Comments

Istilah pramuka hanya digunakan di Indonesia sedangkan di dunia pramuka disebut Scout.  Gerakan yang juga disebut Scouting atau Scout Movement ini bertujuan untuk pengembangan para pemuda secara fisik, mental, dan spiritual. Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada 25 Juli 1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat itu sebagai Letnan Jendral tentara Inggris untuk pertama kalinya mengadakan perkemahan pramuka di pulau Brown Sea, Inggris selama 8 hari. Selanjutnya pada tahun 1908 Baden Powel menulis buku tentang prinsip dasar kepramukaan “Scouting for Boys” yang artinya pramuka untuk laki-laki.

Pada tahun 1912 dengan babtuan adik perempuan Baden Powell bernama Agnes maka terbentuklah organisasi pramuka untuk perempuan dengan sebutan “Girls Guides“. Organisasi kepramukaan perempuan ini pun dilanutkan oleh istri Baden Powell.

Selanjutnya di tahun 1916 di dirikanlah kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (anak srigala). Pedoman kegiatan yang dilakukan berdasarkan dari sebuah buku yang berjudul  “The Jungle Book

karangan Rudyard Kipling.
Pada tahun 1918 Baden Powell kembali membentuk Rover Scout, yaitu organisasi pramuka bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Selang empat tahun kemudian yaitu tahun 1922 Powel menerbitkan buku menerbitkan buku ”Rovering To Succes” buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju kepantai bahagia.

Jambore Dunia
Di tahun 1920 merupakan tahun yang sangat berpengaruh dalam sejarah pramuka dimana untuk pertama kalinya di adakan Jambore di dunia. Selain itu tahun ini juga dibentuk Dewan Internasional pramuka yang beranggotakan 9 orang biro dan biro pusat di London. Biro pramuka putra dunia memiliki lima kantor wilayah yaitu Costa Rica, Mesir, Filipina, Swiss, dan Nigeria. Sedangkan untuk putri memiliki lima kantor pusat sekretariat di London dan biro kantor wilayah di Amerika Latin, Arab, Asia Pasifik, dan Eropa.
Jambore Dunia ke-I di laksanakan di Olympia Hall, London. Dalam kegiatan tersebut diundang pula peserta dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell  diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World ).

0 komentar: